Senin, 05 November 2012

Asa-Usul Nama Yogyakarta

 
Nama kota Yogyakarta memiliki sejarah yang panjang. Dimulai dari sejarah alas Paberingan yang pertama kali dimanfaatkan oleh Panembahan Hanyakrawati (RM Jolang) raja kedua Mataram II (1601-1613) yang menggantikan Panembahan Senopati Ing Ngalaga (1586-1601) dan kemudian menjadi kawasan yang selalu terpilih dan muncul melalui wisik yang diterima oleh beberapa raja-raja Mataram berikutnya.

Kata Yogyakarta sendiri merupakan pergeseran lafal (pengucapan) dari kata bahasa Jawa Ngayogyakarta, bentukan dari dua kata ngayogya dan karta. Kata ngayogya dari kata dasar yogya artinya pantas, baik. Ngayogya artinya menuju cita-cita yang baik dan karta artinya aman, sejahtera. Ngayogyakarta artinya mencapai kesejahteraan (bagi negeri dan rakyatnya).

Nama tersebut bukan diciptakan oleh pendiri Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yakni Pangeran Mangkubumi (Sultan Hamengku Buwono I), tetapi telah dicita-citakan kurang lebih 37 tahun sebelumnya oleh paman buyutnya, yakni Paku Buwana I (Pangeran Puger, adik Amangkurat I), raja ke-2 Keraton Kartasura.

Situs pusat keraton Mataram II yang pertama terletak di Ngeksigondo yang masih dapat kita saksikan sisa-sisa bangunan terbuat dari bata dan nama-nama kawasan yang hingga kini tetap digunakan seperti Banguntapan, Kanoman, Gedong Kuning, Gedong Kiwa, Gedong Tengen, bekas Pemandian Warungbata, Winong, Sar Gedhe (jadi Kota Gede), Kompleks Makam Senopaten dan sebagainya yang tersebar sejak 1 kilometer sebelah utara hingga selatan Kota Gede.

Dan alas Paberingan yang terletak sekitar 5 kilometer sebelah barat Ngeksigondo, pada masa pemerintahan Panembahan Hanyakrawati telah dibangun menjadi hutan rekreasi raja berpagar keliling bambu (krapyak) untuk perburuan kijang, dinamakan alas Krapyak. Di situ pula Hanyakrawati terluka parah hingga akhirnya wafat, dibunuh oleh pejabat istananya sendiri Pangeran Wiramenggala (Kyai Ageng Bengkung). Atas peristiwa itulah Hanyakrawati dikenal sebagai Panembahan Seda Krapyak.

Konon menjelang akhir pemerintahan Sunan Amangkurat I -Tegal Arum (1646-1677) mendapat wisik bahwa alas Paberingan kejatuhan wahyu keraton. Sehingga ia bermaksud memindahkan keraton Ngeksigondo ke hutan tersebut, telah dimulai dengan membangun betengnya. Calon keraton itu akan dinamakan Garjitawati yang berarti osiking raos ingkang sejatos (kata hati yang murni).

Rencana itu tidak berlanjut sebab Keraton Mataram keburu direbut Pemberontak Trunojoyo yang didukung rakyat, menentang Amangkurat I yang mengakui kedaulatan Kumpeni dan bertindak kejam membantai 6.000 Santri Giri dan juga kerabat dekatnya sendiri. Dengan bantuan pasukan Banyumas dan Bagelen/Kebumen pemberontakan Trunojoyo dapat ditumpas dan Amangkurat Jawa (P Anom Amral) bertahta bergelar Amangkurat II-Amral (1677-1678). Kotaraja yang rusak dipindah ke Kreta (yang artinya aman, sejahtera).

Pada tahun 1703 Amangkurat III-Sunan Mas memindahkan Kotaraja ke Kartasura (1703-1704). Pada masa pemerintahannya Sunan Paku Buwana I (P Puger, 1704-1719) bermaksud melanjutkan cita-cita Amangkurat I membangun kembali calon kraton Garjitawati dan akan dinamakannya Ngayogyakarta.

Namun sebelum niat itu terlaksana, PB I keburu wafat, digantikan Amangkurat IV (1719-1727). Penggantinya, Paku Buwana II memindahkan keraton Kartasura ke Surakarta (1745-1749) setelah Pemberontakan Pacina ditumpas Kawasan alas Paberingan dibangun menjadi Kadipaten Mataram di bawah T Jayawinata. Pada tahun 1746 P Mangkubumi diberi mandat PB II untuk meneruskan keberadaan keraton Jawa sebab Surakarta akan menjadi milik Kumpeni sesuai Perjanjian Panaraga.

Pada tahun ketiga Pemberontakan Mangkubumen, dalam suatu pertempuran melawan pasukan gabungan Surakarta-Kumpeni, P Mangkubumi terdesak hingga lereng Gunung Merapi, namun atas kegigihan senapati andalannya, T Rangga Wirasetika, akhirnya dapat merebut Kadipaten Mataram. T Jayawinata takluk dan menjadi pengikutnya. P Mangkubumi tinggal beberapa lama di Kadipaten itu, dan ketika diserang oleh pasukan Surakarta-Kumpeni, sebelum meninggalkan Mataram seluruh kadipaten seisinya dihan-curkan terlebih dahulu agar tidak dimanfaatkan oleh kekuasaan Surakarta-Kumpeni Cita-cita Paku Buwana I itu akhirnya bisa diwujudkan oleh P Mangkubumi (Sultan Hamengku Buwana I) pada tahun 1756, setahun setelah Perjanjian Giyanti ditandatangani (1755).

Alas Paberingan dibangun secara bertahap menjadi kompleks keraton dan dinamakannya Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, lengkap dengan segala taman-tamannya seperti Taman Sari, Kali Larangan untuk mengisi Segaran dengan Pulau Kenanga di tengahnya yang dinamakan Yasa Kambang, dan Panggung Krayak di luar benteng keraton seperti yang kita saksikan sekarang. Arsitek yang ditugasi membangun adalah T Mangundipura.
 
 
 


Artikel Terkait:

1 komentar:

Assalamu alaikum wr wb,,senang sekali saya bisa menulis dan berbagi kepada teman2 melalui room ini, sebelumnya dulu saya adalah seorang Pengusaha Butik yg Sukses, kini saya gulung tikar akibat di tipu teman sendiri, ditengah tagihan utang yg menumpuk, Suami pun meninggalkan saya, dan ditengah himpitan ekonomi seperti ini, saya coba buka internet untuk cari lowongan kerja, dan secara tdk sengaja sy liat situs pesugihan AKI SYEH MAULANA, awalnya saya ragu dan tidak percaya, tapi setelah saya lihat pembuktian video AKI ZYEH MAULANA Di Website/situnya Saya pun langsug hubungi beliau dan Semua petunjuk AKI saya ikuti dan hanya 3 hari, Alhamdulilah Ternyata benar benar terbukti dan 2Miliar yang saya minta benar benar ada di tangan saya, semua utang saya lunas dan sisanya buat modal usaha, kata kata beliau yang selalu sy ingat setiap manusia bisa menjadi kaya, hanya saja terkadang mereka tidak tahu atau salah jalan. Banyak orang menganggap bahwa miskin dan kaya merupakan bagian dari takdir Tuhan. Takdir macam apa? Tuhan tidak akan memberikan takdir yang buruk terhadap kita, semua cobaan yang Tuhan berikan merupakan pembuktian seberapa kuat Anda bertahan di dalamnya. Tuhan tidak akan merubah nasib Anda jika Anda tidak berusaha untuk merubahnya. Dan satu hal yang perlu Anda ingat, “Jika Anda terlahir miskin itu bukan salah siapapun, namun jika Anda mati miskin itu merupakan salah Anda, saya juga tidak lupa mengucap syukur kepada ALLAH karna melalui AKI ZYEH MAULANA saya Bisa sukses. Jadi kawan2 yg dalam kesusahan jg pernah putus asah, kalau sudah waktunya tuhan pasti kasi jalan asal anda mau berusaha, AKI ZYEH MAULANA Banyak Dikenal Oleh Kalangan Pejabat, Pengusaha Dan Artis Ternama Karna Beliau adalah guru spiritual terkenal di indonesia,jika anda ingin seperti saya silahkan Lihat No Tlp Aki Di website/internet ««KLIK DISINI»»



Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More